Mulai dari ringkasan sistem.
Lihat member aktif, hot lead, campaign click, runtime, safety gate, dan modul prioritas yang perlu dibuka.
Halaman ini menjadi panduan singkat untuk member: mulai dari area member, biolink, landing campaign, konten, sampai cara membaca hasil harian.
Ini urutan yang paling gampang dipahami saat training: admin menyiapkan sistem, member membagikan campaign, visitor masuk ke landing/biolink, lalu hasilnya terbaca di tracking.
Super Admin bukan tempat kerja semua orang. Ini pusat kendali untuk memantau sistem dan membuat keputusan operasional.
Lihat member aktif, hot lead, campaign click, runtime, safety gate, dan modul prioritas yang perlu dibuka.
Token join dipakai untuk onboarding. Super Admin bisa membuat, cek status, revoke, dan audit penggunaan token.
Bandingkan CTR, CTA click, AI open, WA click, official click, dan opt-in notifikasi per template funnel.
Email Gmail yang boleh masuk harus dimapping. Email yang belum dimapping tetap ditolak supaya role tidak terbuka liar.
Struktur API official bisa disiapkan dulu. Integrasi final dilakukan saat sistem siap 100% dan team official memberi akses API.
Cek domain, WA policy, dry-run bridge, rollback, Content 30 readiness, dan log penting sebelum deploy lanjutan.
Leader fokus ke pembinaan dan aktivitas tim. Leader tidak perlu mengatur domain, bridge WA, policy, atau akses Super Admin.
Leader melihat ringkasan member aktif, aktivitas share, lead masuk, dan siapa yang perlu follow-up atau arahan.
Leader tidak menebak. Sistem menampilkan member yang traffic-nya rendah, belum share, ada lead hangat, atau butuh arahan.
Arahan leader sebaiknya berupa langkah kecil: share 1 konten, hubungi 1 prospek, cek 1 campaign, atau update profil.
Kalau member bingung, Leader arahkan ke Member Area, Template Funnel, Content 30, atau Biolink sesuai masalahnya.
Leader bisa membaca performa campaign tim: link mana yang dibagikan, traffic yang masuk, dan template yang paling layak dilanjutkan.
Leader tidak mengakses WA bridge, API official, Google mapping, domain, rollback, atau safety policy. Bagian itu tetap Super Admin.
Member tidak perlu memahami semua mesin. Member cukup ikuti urutan kerja: mulai hari ini, bagikan konten, hubungi prospek, cek hasil.
Menjawab pertanyaan paling penting: hari ini harus ngapain dulu? Sistem mengarahkan member ke prioritas yang paling berdampak.
AI membaca konten harian, campaign, lead, follow-up, arahan leader, dan progress hari ini. Outputnya berupa fokus kerja, alasan, script siap copy, dan CTA manual.
Di sini member memilih link pembuka siap share: edukasi awal, event/webinar, survei/lead magnet, atau direct offer.
Sistem membantu draft dan konteks. Member tetap yang mengirim pesan agar aman, personal, dan tidak membuka auto-send.
Member bisa melihat views, clicks, lead, performa campaign, dan rekomendasi sistem tentang template mana yang perlu dilanjutkan.
Preview panel Member Daily Mission AI: score, alasan AI, next best action, script siap copy, dan safety manual-send.
Dua halaman ini berbeda fungsi. Landing Campaign untuk pintu masuk traffic. Biolink untuk profil utama, konten, AI, notifikasi, dan CTA.
Berisi profil, galeri konten yang bisa dibuka dan dishare, AI assistant, tombol daftar/konsultasi, dan izin notifikasi.
Dipakai untuk traffic ads, event, webinar, survei, lead magnet, dan direct offer. Format cukup `start.iwana.digital/?id=member` dengan parameter campaign.
Campaign/Funnel Optimizer membandingkan template edukasi awal, event/webinar, survei/lead magnet, dan direct offer. Outputnya hanya rekomendasi template dan next action; WA real auto-send tetap OFF.
Content 30 adalah mesin konsistensi: member punya materi 30 hari berupa gambar, caption, dan arahan share manual.
Materi visual disiapkan dalam format yang mudah dipakai untuk sosial media, status, dan broadcast manual.
Member mendapat contoh kalimat edukasi yang bisa disesuaikan dengan gaya personal sebelum dibagikan.
Setiap hari punya arah: edukasi, bukti, ajakan tanya AI, ajakan lihat biolink, atau follow-up.
Mission Progress membantu semua role melihat pekerjaan yang sudah dilakukan dan siapa yang perlu dibantu.
Member melihat apakah sudah share, apakah traffic masuk, apakah ada lead, dan langkah berikutnya apa.
Leader dan Admin bisa melihat member yang butuh arahan, campaign yang perform, dan area yang perlu diperbaiki.
Gunakan urutan ini saat membuat video tutorial, presentasi Zoom, atau materi onboarding internal.
Jelaskan alur dari traffic masuk, landing, biolink, AI, notifikasi, follow-up manual, sampai tracking.
Login member, pilih template funnel, copy link, share konten, lihat hasil, lalu follow-up manual.
Lihat Campaign Tracking, Content 30, Mission Progress, Google Mapping, dan Safety & System.
Deck awal untuk training dan onboarding sudah disusun dari screenshot production publik terbaru dan visual alur role internal.
Berisi 10 slide: cover, peta sistem, Super Admin, Leader, Member, Biolink, Landing Campaign, Content 30, Mission Progress, dan Safety Gate.
Capture headless untuk halaman Super Admin/Member hanya mendapat login portal karena tidak membawa session browser. Untuk deck final training live, screenshot authenticated bisa ditambahkan dari browser yang sudah login.
Deck lanjutan untuk presentasi internal dengan struktur screenshot authenticated. File sudah siap direbuild setelah screenshot login Super Admin, Leader, Member, Campaign, Content 30, dan Mission Progress tersedia.
Berisi 11 slide: cover, peta training, Super Admin, Safety & System, Campaign Tracking, Leader, Member Area, Content 30, Mission Progress, Visitor Journey, dan Safety Gate.
Chrome profile lokal sudah dicoba, tetapi session login tidak terbawa ke capture headless. Capture layar penuh tidak dipakai agar tidak mengambil data di luar IWANA. Deck ini memakai placeholder sampai screenshot authenticated dimasukkan.
Deck terbaru memakai screenshot production aktual: biolink, landing campaign, Super Admin, AI Agent Core, Visitor Push, WA Inbox, dan WA Queue manual-review.
Berisi 12 slide untuk presentasi dan tutorial visual. Cocok dipakai menjelaskan alur visitor, campaign, biolink, AI, push journey, WA inbound boundary, dan safety gate.
Capture Super Admin berhasil memakai login automation. Catatan tersisa hanya WA inbound detail: perlu recapture setelah ada satu inbound valid yang siap direview manual.
Tambahan visual untuk WA AI Pilot Review Board: membaca inbound nyata, mapping LID, membuat queue, review draft, dan dry-run ke bridge tanpa membuka WA real auto-send.
Panel ini dipakai Super Admin untuk menjalankan urutan aman: Map LID, Buat Queue, Review Draft, lalu Dry-Run Bridge. Semua tetap manual-review dan tidak mengirim WhatsApp real.
Inbound yang masih LID harus dimapping dulu. Setelah nomor aman terbaca, buat queue, cek hasil AI rewrite, lalu jalankan dry-run. Jika hasilnya rapi, follow-up tetap lewat manual review.
Versi ini dibuat khusus agar operator tidak tenggelam di banyak panel. Setiap role dipisah menjadi menu harian, advanced, dan guard.
Halaman ini menjelaskan tombol WA AI, queue, push, leader coach, member daily mission, dan batas aman yang tidak boleh dilewati. Cocok untuk training internal dan SOP operator.
Preview visual memakai screenshot WA Center, WA Queue, Push Center, Leader Dashboard, dan Member Area agar penjelasan tidak hanya berupa teks.
Panel ini menjelaskan pagar sebelum WA AI pilot: limit harian, quiet hours, opt-out/blacklist, audit log, fallback manual, dan emergency stop. Real auto-send tetap terkunci.
Gunakan panel ini untuk memastikan sistem hanya lanjut ke pilot dry-run/manual-review, bukan auto-reply real. Limit harian adalah batas maksimal proses/kirim WA per hari agar tidak spam atau kebablasan jika ada bug.
Jika emergency stop aktif, quiet hours aktif, opt-out terdeteksi, provider tidak sehat, atau limit harian tercapai, sistem harus tetap berhenti di review/manual queue.
Phase ini mulai menguji AI auto-reply secara terbatas: hanya untuk WhatsApp yang masuk duluan, hanya dry-run, dan tetap wajib manual approval.
Alurnya: inbound masuk, cek nomor/LID, buat queue, AI rewrite, bridge dry-run, lalu review manual. Ini belum mengirim WhatsApp nyata dan bukan blast.
Jika nomor belum aman, belum dimapping, belum dibuat queue, opt-out, atau bridge tidak dry-run, sistem harus menahan proses. Real auto-send tetap terkunci.
Phase ini menambahkan approval board detail: operator bisa rewrite draft, approve, ready, hold, dan dry-run per inbound tanpa membuka real auto-send.
Gunakan board ini untuk memastikan setiap jawaban AI dibaca dulu, disesuaikan bahasanya, lalu hanya masuk dry-run/manual-review. Status queue berubah, tetapi WhatsApp nyata tidak dikirim.
Operator boleh memilih gaya rewrite, lalu approve/ready/hold. Dry-run hanya jalan jika bridge masih dry-run dan inbound sudah eligible.
Phase ini menambahkan decision layer: sistem membaca intent pesan masuk, memilih template/gaya aman, dan menandai apakah queue siap untuk pilot dry-run terbatas.
Operator memakai tombol Apply Intent untuk menyimpan klasifikasi seperti minat daftar, tanya biaya, cek legalitas, event, produk, atau peluang. Semua tetap manual-review dan real WA auto-send tetap terkunci.
Ready hanya berarti queue layak masuk pilot dry-run terbatas. High-risk intent seperti legalitas atau peluang tetap wajib dibaca manusia sebelum tindak lanjut.
Phase ini menambahkan safe pilot switch untuk 1 nomor/queue test. Operator bisa Arm Pilot hanya jika semua guard aman: bridge dry-run, emergency stop OFF, limit harian tersedia, dan Phase 3 sudah ready.
Arm Pilot bukan mengirim WhatsApp. Tombol ini hanya menandai queue inbound yang sudah layak untuk pilot dry-run terbatas. Real auto-send tetap terkunci dan manual approval tetap wajib.
Phase 4 membatasi pilot ke dry-run harian kecil. Jika emergency stop aktif, bridge bukan dry-run, atau limit habis, tombol Arm Pilot diblokir.
Phase ini menjalankan dry-run transcript dari queue yang sudah di-arm. Hasilnya menjadi report simulasi: inbound, draft sebelum/sesudah, intent, template, safety, dan response bridge.
Run Report hanya boleh untuk queue `armed_dry_run_only`. Sistem mengirim ke bridge dry-run, menyimpan outbox/report, dan tidak mengirim WhatsApp nyata.
Transcript Phase 5 dipakai untuk menilai kualitas jawaban AI sebelum desain real inbound reply. Semua masih dry-run/manual-review.
Phase ini menempelkan knowledge, persona, batas klaim, dan sudut jawab ke queue inbound. Tujuannya agar AI menjawab dengan konteks IWANA yang konsisten sebelum masuk routing.
Tombol Knowledge hanya menyimpan arahan AI seperti edukatif, trust, join interest, atau pricing. Tidak ada WA nyata yang dikirim.
Phase 6 menyimpan daftar klaim yang dilarang, informasi yang wajib disebut, dan gaya bahasa yang aman untuk manual-review.
Phase ini menentukan jalur handling setiap inbound: AI draft manual-review, human takeover, opt-out stop, atau high-risk review. Ini menjadi fondasi sebelum auto-reply inbound terbatas.
Tombol Route hanya menandai jalur keputusan dan next action. WA real auto-send tetap terkunci, bridge tetap dry-run, dan manual approval tetap wajib.
Jika pesan berisi stop, minta admin manusia, atau risiko tinggi, sistem tidak mendorong AI reply. Queue diarahkan ke review manusia.
Phase ini menjadi papan Human Takeover. Admin melihat route dari Phase 7, lalu menandai queue sebagai assigned, held, atau escalated sebelum ada tindak lanjut manual.
Human Takeover Board membantu memilih mana yang aman untuk AI draft dan mana yang harus diambil manusia. Semua tombol hanya menyimpan status review.
Assign untuk diambil admin/leader, hold untuk ditahan, dan escalate untuk kasus sensitif. Tidak ada WA real auto-send pada phase ini.
Phase ini menambahkan Conversation Memory: sistem menyimpan ringkasan percakapan, intent trail, pesan terakhir, risk flag, dan next reply angle agar balasan berikutnya lebih nyambung.
Tombol Memory hanya menyimpan konteks ke queue untuk manual-review dan draft berikutnya. Ini bukan pengiriman WA, bukan blast, dan bukan auto-send real.
Memory berisi siapa lead, intent terakhir, route Phase 7, status Human Takeover Phase 8, pesan/draft terbaru, risiko, dan saran angle balasan berikutnya.
Phase ini memakai Conversation Memory dari Phase 9 untuk membuat draft simulasi yang lebih nyambung dengan konteks lead, route, risk flag, dan pesan terakhir.
Tombol Draft Sim hanya membuat draft simulasi untuk manual-review. Draft ini belum dikirim ke bridge, belum dikirim ke WhatsApp, dan tidak membuka real auto-send.
AI tidak hanya membaca pesan terakhir, tetapi juga memory intent sebelumnya, status human gate, dan arah balasan berikutnya. Semua tetap masuk review manusia.
Phase ini membuat Real Inbound Pilot Terbatas Design Gate: checklist ketat sebelum queue boleh dipertimbangkan untuk pilot inbound yang lebih nyata.
Tombol Pilot Gate mengecek inbound-only, opt-in, memory, draft simulator, route aman, manual review, emergency stop, quiet hours, limit, dan bridge health. Hasilnya hanya readiness design.
Walaupun semua checklist hijau, output Phase 11 tetap `readyForRealSend=false`. Real auto-send tidak dibuka dari phase ini.
Phase ini membuat Controlled Inbound Auto-Reply Pilot Design: konfigurasi pilot 1 queue/1 thread dengan limit sangat kecil, audit log, rollback, dan activation required.
Tombol Pilot Design hanya membuat rencana pilot. Sistem menyimpan scope, limit, rollback, audit, dan safety. Real send tetap `false` dan masih butuh approval/activation terpisah.
Phase 12 adalah rencana teknis paling aman sebelum keputusan pilot nyata. Setelah ini, perlu keputusan manual soal provider, nomor, skenario, dan SOP emergency.
Phase ini membuat Activation Request dan WA Reply Diagnostic. Operator bisa melihat kenapa pesan inbound belum dibalas otomatis, lalu menyiapkan keputusan owner untuk pilot 1 thread.
Tombol Activation Req menyimpan scope pilot, blocker, owner decision, dan runbook emergency. Real reply tetap hanya boleh dibuka bertahap untuk 1 nomor, 1 queue, 1 thread, dan 1 skenario.
Jika WA belum membalas, panel menunjukkan alasannya: provider masih manual, auto-send policy OFF, belum ready, bridge dry-run, quiet hours, opt-out, atau queue belum melewati approval.
Phase ini menambahkan Controlled 1 Thread Activation. Sistem bisa mengaktifkan satu thread inbound yang sudah lolos Phase 13, lalu tetap memblokir send jika bridge dry-run atau guard belum hijau.
Activate 1 Thread membuka scope sangat sempit: 1 nomor, 1 queue, 1 thread, 1 skenario, dan max 1 reply. Send 1 Reply tetap auto-block jika guard belum aman.
Global auto-send tetap OFF. Pilot ini hanya menjawab satu pesan inbound yang sudah punya activation, audit log, limit 1/hari, emergency stop, quiet hours, dan opt-out guard.
Nomor pilot aktif dikunci ke nomor asli 0816701262 / normalized 62816701262 agar sync inbound, identity mapping, activation, dan controlled send membaca thread yang sama.
Nomor dummy lama tidak lagi menjadi default di provider setup, bridge pilot, WA AI pilot run, atau tombol simpan pilot. Ini membuat tes inbound operator tetap mengarah ke nomor asli yang sudah dipakai.
Perubahan ini hanya menyamakan target pilot. Global auto-send tetap OFF, cold message tetap ditutup, dan Phase 14 masih dibatasi 1 thread serta 1 reply terkontrol.
Phase ini menambahkan Pilot Thread Finder untuk nomor asli 62816701262. Operator bisa menemukan thread pilot terbaru dan menyiapkan Phase 13 + Phase 14 tanpa mengirim WA.
Sistem memilih thread yang cocok dengan nomor pilot asli, lalu menampilkan queue, blocker, diagnostic, dan next action sehingga operator tidak perlu mencari manual.
Prepare membuat Activation Request Phase 13 dan Controlled Activation Phase 14 bila guard awal cukup. Real reply tetap hanya lewat Send 1 Reply dan tetap auto-block jika guard belum hijau.
Phase ini menambahkan Post-Pilot Review untuk mencatat hasil Send 1 Reply atau blocker. Keputusan default tetap hold, monitor, dan owner review sebelum naik tahap.
Checklist membaca inbound-first, nomor pilot asli, activation, send attempt, outbox audit, auto-send lock, dan blocker pengiriman.
Review tersimpan ke audit dan queue dengan scaleAllowed false. Pilot tidak otomatis naik ke banyak nomor, skenario, atau global auto-reply.
Phase ini membuat Controlled Scale Decision Pack setelah Phase 16. Outputnya hanya rekomendasi owner review, bukan penerapan scale otomatis.
Sistem mengecek Phase 16, send status, blocker, dan checklist sebelum menyarankan max 3 thread. Auto apply tetap OFF.
Decision pack tidak mengubah provider, tidak menaikkan policy global, tidak membuka blast, dan tidak mengizinkan cold message.
Phase ini menyimpan Owner Approval Gate. Owner bisa hold atau approve controlled scale, tetapi approval tidak otomatis menerapkan scale.
Approval hanya bisa dibuat Super Admin dan membaca Phase 17. Jika ada blocker, approval scale tetap ditahan.
Phase 18 tidak mengubah policy, tidak apply scale, tidak membuka global auto-send, dan tidak mengirim WA.
Phase ini menerapkan controlled scale config kecil setelah owner approval valid. Apply gate tidak mengirim WA dan tidak mengubah policy global auto-send.
Scope tetap kecil: max 3 thread, max 2 per hari, 1 reply per thread, inbound-only, dan wajib post-review setiap thread.
Apply gate tidak mengirim WhatsApp, tidak membuka blast/cold message, tidak mengubah provider policy global, dan emergency stop tetap wajib.
Phase ini menyalakan runtime auto-reply inbound-first. Webhook WA akan membalas otomatis hanya jika controlled scale Phase 19 aktif dan semua guard hijau.
Lead harus chat duluan. Sistem membuat/reuse queue, memakai draft AI, dan mengirim ke bridge hanya dalam limit controlled scale.
Runtime blokir jika nomor tidak aman, opt-out, quiet hours, emergency stop, bridge dry-run, limit habis, atau thread sudah pernah dibalas.
Ini halaman kerja sederhana untuk cek pesan WA masuk, status auto-reply, dan alasan kenapa pesan belum dibalas tanpa masuk ke modul legacy yang panjang.
Panel Auto Reply sekarang membaca Phase 20 Runtime langsung: aktif/terkunci, sisa limit hari ini, bridge, dan daftar blocker.
Kalau status belum controlled_auto_reply_sent, cek alasan seperti Phase 19 belum aktif, quiet hours, emergency stop, bridge, opt-out, blacklist, limit, atau thread sudah pernah dibalas.
Bagian ini menjelaskan status sebenarnya: IWANA Auto Reply sudah aktif, tetapi pengirim WA nyata masih terkunci jika bridge masih dry-run.
Lihat metrik Real Send. Kalau masih Dry-run, sistem hanya mencatat blocker dan tidak mengirim balasan WhatsApp nyata.
Di host WA Bridge, set WA_BRIDGE_DRY_RUN=false lalu restart/redeploy bridge. Setelah itu health bridge harus connected dan dryRun false.
Kirim teks pilot dari nomor asli, klik Cek / Run Runtime, lalu status idealnya controlled_auto_reply_sent. Blast dan cold message tetap OFF.
Policy real-send sudah dibuka hanya untuk auto-reply inbound pilot. Ini bukan global auto-send, bukan blast, dan bukan cold message.
Runtime Phase 20 berhasil mengirim satu balasan inbound pilot melalui WA Bridge. Provider message id tercatat untuk audit.
Max 2/hari, 1 reply/thread, opt-out, quiet hours, emergency stop, post-review, dan audit log tetap aktif.
Policy ini hanya berlaku untuk chat yang masuk duluan dan lolos guard pilot. Global WA automation tidak dibuka bebas.
Menu operasional WA dibuat terpisah dari panel teknis: inbox, thread chat, template AI, persona, memory, dan human takeover berada dalam satu studio.
Masuk dari WA AI Center -> WA Operasional. Operator cukup fokus ke Inbox, Template, Auto Reply, Persona, Guard, dan Takeover. Queue/Bridge dipisah sebagai Monitoring Teknis.
Auto-reply pilot sudah berhasil mengirim controlled_auto_reply_sent. Balasan kedua pada thread yang sama tetap ditahan karena pilot dibatasi 1 reply/thread dan 2 reply/hari.
Jawaban AI membaca sinyal pertanyaan visitor seperti daftar, biaya, manfaat, trust, peluang, link, event, dan jam operasional.
Jika visitor bertanya beberapa hal sekaligus, sistem menyusun jawaban gabungan yang ramah, tidak memaksa, dan tetap aman.
Phase 23 hanya memperbaiki kualitas isi balasan. Blast, cold message, dan global auto-send tetap tidak dibuka.
Balasan WA AI sekarang bisa menambahkan jalur cepat ke Chat AI, Kalkulator Bonus, FAQ, Daftar, dan Konsultasi pemilik biolink bila data member terbaca.
Jika visitor bertanya daftar, bonus, FAQ, atau konsultasi, sistem menyusun CTA sesuai sinyal chat masuk. Bentuk live saat ini masih berupa teks/link aman.
Untuk tombol native seperti contoh WhatsApp, perlu WhatsApp Business Platform/Cloud API atau upgrade bridge agar payload interactive stabil.
WA AI Center dirapikan menjadi submenu operasional: Inbox, Auto Responder, Human Takeover, Guard & Policy, dan Monitoring / QR. CTA WA AI dikunci ke biolink owner agar tidak salah arah.
Operator melihat daftar chat di kiri, thread/draft di tengah, dan template/persona/CTA di kanan. Monitoring teknis tidak lagi bercampur dengan kerja harian.
Jika inbound tidak terhubung ke member/biolink, sistem tidak menampilkan CTA umum. Link Daftar, Chat AI, FAQ, Kalkulator Bonus, dan Konsultasi memakai ID owner.
Inbox kiri digroup per thread/contact, area tengah menampilkan isi chat aktif, dan tombol runtime dipindahkan menjadi cek teknis di Guard/Monitoring.
Template library dapat dimuat ke editor, dengan placeholder seperti lead_name, member_name, biolink, Chat AI, Kalkulator Bonus, FAQ, wa_link, last_message, dan memory_summary.
Monitoring / QR kini membaca session bridge live, status QR, event terbaru, dan outbox ringkas. WA AI juga mulai memakai konteks Chat AI/knowledge biolink owner saat owner terbaca.
Jika session connected, operator tidak perlu scan ulang. Jika QR tersedia, panel menampilkan area scan dan tombol refresh QR.
Saat inbound punya owner/biolink, draft WA mengambil ringkasan knowledge, thread AI, dan lead owner. Jika owner tidak terbaca, sistem tidak memakai CTA umum.
WA Inbox kini punya panel aksi operator untuk menetapkan owner/member ketika chat belum terbaca dari biolink. Setelah owner dipilih, draft, CTA, dan brain context dihitung ulang ke owner tersebut.
Operator memilih owner/member dari dropdown lalu klik Assign Owner. Ini menjaga CTA Chat AI, FAQ, Kalkulator, Daftar, dan Konsultasi tidak salah alamat.
Tombol Resolved dipakai untuk merapikan pekerjaan operator setelah chat sudah ditangani atau tidak perlu action lanjutan.
WA Inbox kini lebih dekat ke pola WA Web: daftar chat per thread di kiri, isi chat aktif di tengah, dan aksi operator di kanan. Filter membantu operator mencari no owner, blocked, sent, resolved, atau takeover.
Operator tidak perlu loncat halaman. Klik kartu thread di kiri untuk melihat pesan masuk, draft AI, status guard, CTA owner, dan riwayat thread di area tengah.
Approve Reply hanya menandai draft siap review operator, bukan auto blast. Takeover memindahkan chat ke queue human takeover saat butuh penanganan manual.
WA Inbox tengah mulai memakai bubble seperti WA Web. Pesan inbound tampil di kiri, draft/balasan AI di kanan, dan operator bisa menyimpan draft manual untuk human takeover tanpa mengirim WA otomatis.
Draft manual disimpan ke thread sebagai catatan/bubble operator. Status masuk takeover/manual draft sehingga chat sensitif bisa ditangani manusia.
Simpan Draft Manual tidak mengirim WhatsApp. Semua pengiriman tetap harus lewat gate, queue, limit, quiet hours, opt-out, blacklist, audit log, dan policy pilot.
WA Inbox kini membaca `whatsapp_bridge_outbox` dan menggabungkan balasan outbound ke thread aktif. Operator bisa melihat apakah balasan masih pending, blocked, atau sudah masuk bridge/sent.
Setiap outbox yang terkait `inboundMessageId` atau `threadId` muncul sebagai bubble kanan. Status, provider message id, blocker, dan waktu ikut ditampilkan.
Jika outbox tertahan oleh quiet hours, limit, opt-out, blacklist, atau policy, operator melihat bubble blocked/pending tanpa perlu membuka panel teknis dulu.
Monitoring / QR kini memberi status besar dan instruksi operator: online, butuh scan QR, heartbeat lama, atau offline. Operator tidak perlu menebak arti connected, dry-run, dan QR.
Panel menampilkan instance, nomor WA, umur heartbeat, real-send readiness, Refresh Session, Cek Runtime, dan Copy Health untuk troubleshooting.
Benchmark publik Cekat menunjukkan pola: omnichannel inbox, AI agent terlatih knowledge, human escalation, auto assignment, API/log, dan analitik. IWANA mengadaptasi ini khusus inbound WA dan jaringan biolink.
WA AI sudah memakai otak Chat AI/biolink sejak Phase 26. Phase ini membuatnya terlihat di WA Inbox supaya operator tahu owner mana yang dipakai dan data apa yang ikut membentuk jawaban.
Panel kanan menampilkan status otak Chat AI Biolink, owner id, jumlah source, matched knowledge, dan cuplikan konteks dari `ai_knowledge`, `ai_threads`, dan `ai_leads`.
Jika owner/biolink belum terbaca, sistem menahan konteks personal dan meminta assign owner dulu. Jika owner terbaca, WA AI dapat memakai data Chat AI biolink dan CTA seperti Chat AI, FAQ, Kalkulator, Daftar, dan Konsultasi owner.
WA Inbox kini menampilkan asal owner/biolink untuk setiap thread. Operator bisa melihat apakah owner terbaca dari lead/biolink, dipilih manual, atau belum terbaca.
Panel kanan menampilkan metode attribution, owner, biolink, source hint, dan catatan. Jika owner belum terbaca, CTA personal ditahan sampai operator assign owner.
Link Chat AI, FAQ, Kalkulator Bonus, Daftar, dan Konsultasi owner tampil sebagai tombol aman di panel kanan bila owner terbaca. Tidak ada CTA umum untuk chat yang belum punya owner.
CTA dari WA AI sekarang melewati tracking link aman. Saat visitor klik Chat AI, FAQ, Kalkulator Bonus, Daftar, atau Konsultasi, sistem mencatat event sebelum redirect ke tujuan asli.
Endpoint `/api/wa/cta` mencatat owner, CTA key, label, target URL, thread id, inbox id, source `wa_ai`, dan medium `whatsapp_inbound` ke `conversion_events`.
Event CTA WA AI ikut memperbarui visitor profile, lead score, drip lifecycle, dan follow-up task. Ini tetap tracking, bukan pengiriman WA massal.
Nomor pilot test `0816701262 / 62816701262` diberi ruang testing lebih longgar tanpa menambah tombol baru di Super Admin dan tanpa membuka blast/cold message.
Runtime mengenali nomor `62816701262` sebagai pilot test: max 20 balasan/hari dan max 10 balasan/thread untuk QA. Nomor lain tetap memakai controlled limit normal.
Inbound-only, opt-out, blacklist, emergency stop, owner/member check, bridge connected, dan audit tetap aktif. Inbound yang sama juga tetap tidak dikirim ulang dua kali.
Nomor pilot test `0816701262 / 62816701262` sekarang bebas limit reply untuk testing berulang. UI hanya ditambah ringkasan kualitas kecil, bukan submenu/tombol baru.
Limit harian dan limit per thread dihapus khusus nomor test Mas. Guard tetap aktif: inbound-only, STOP/opt-out, blacklist, emergency stop, owner/member check, bridge connected, dan audit log.
Kartu kecil di WA Inbox merangkum reply, CTA, otak Chat AI, dan escalation. Tujuannya membantu testing dan operasi harian tanpa menambah kebingungan di Super Admin.
Phase ini membuat testing WA lebih mudah dipahami: blocker diterjemahkan ke bahasa operator dan peta audit visual mulai dikunci agar sistem tidak loncat-loncat.
WA Inbox sekarang menampilkan arti blocker dan langkah berikutnya: kirim pesan baru, assign owner, cek QR/session, atau masuk takeover. Popup runtime tidak lagi menampilkan JSON mentah.
Dokumen audit visual mengunci arah WA AI Center, Campaign, Biolink, smart routing inbound tanpa owner, dan review Chat AI sebagai otak utama AI Agent.
Audit menu/tombol dimulai dari Super Admin, WA AI Center, Dashboard, Push, Campaign, Biolink, Member, dan Leader agar perapihan berikutnya tidak loncat-loncat.
Audit mencatat tombol yang terlalu teknis, halaman yang terlalu panjang, dua lapisan navigasi yang aktif, dan area yang harus menjadi pintu kerja harian.
WA AI Center menjadi prioritas karena masih mencampur inbox harian, template, queue, bridge, safety, preset, dan monitoring teknis dalam satu alur.
WA Center lama mulai dirapikan: tombol harian tampil utama, sementara queue, bridge, schedule, safety, dan preset cepat masuk area Monitoring Teknis.
Operator sekarang diarahkan ke tombol yang memang dipakai untuk kerja harian. Tombol teknis tidak hilang, hanya dipindah agar tidak membuat bingung.
Admin teknis masih bisa membuka semua panel lama dari area buka/tutup. Ini menjaga fungsi lama sambil membuat alur operator lebih rapi.
WA AI Center sekarang diarahkan ke workspace WA Inbox command sebagai pintu utama. Halaman teknis legacy tetap ada, tetapi bukan layar pertama operator.
Default subtab WA adalah Auto Reply/Inbox. Operator langsung melihat thread, draft AI, CTA owner, takeover, dan blocker ringkas.
Queue, Bridge/QR, Schedule, Safety, dan audit tetap bisa dibuka dari detail teknis. Pintu utama dibuat lebih sederhana untuk operasi harian.
Dashboard Admin dan Push Journey dipetakan sebelum dirapikan: mana yang dipakai harian, mana yang harus masuk area teknis/testing.
Dashboard Admin terlalu panjang karena memuat database, AI Manager, domain, sync, segment, reset, dan patch. Push Journey juga masih mencampur due queue dengan dry-run dan test token.
Panel harian dibuat utama. Tombol test/debug masuk drawer teknis. Push Journey harus tetap terasa sebagai follow-up opt-in, bukan blast.
Dashboard/Push dirapikan sesuai audit, lalu WA Inbox dan Auto Responder dibuat lebih lega untuk tampilan browser 100%.
Push Journey tetap fokus ke due queue, journey, template, dan log. Tombol test seperti dry-run dan direct token dilipat agar tidak terasa seperti tombol harian.
Rightbar diperkecil, panel chat diperluas, Auto Responder dipadatkan, dan inbound tanpa owner mulai menampilkan rekomendasi Smart Routing KPI.
Inbound WA tanpa owner/biolink sekarang bisa diberi rekomendasi backend berdasarkan KPI, aktivitas, profil lengkap, beban lead, dan rotasi adil.
Jika owner tidak terbaca, sistem menghitung kandidat member/leader dan dapat memberi status smart_routing_auto_assign tanpa membuka blast atau cold message.
Smart routing melihat profil lengkap, status aktif, klik WA, AI chat, lead/hot lead, beban thread aktif, dan rotasi harian agar pembagian lebih adil.
Chat AI sudah menjadi pintu edukasi utama di biolink dan mulai menjadi otak WA AI saat owner terbaca. Phase ini mengunci gap menuju AI Agent penuh dan memetakan Leader, Member, Frontend.
Kontrak berikutnya harus membawa intent, stage, confidence, owner, memory, CTA, next action, takeover, task member, dan task leader.
Leader fokus bantu tim, Member fokus kerja harian, Biolink tetap Chat AI utama, dan Campaign menjadi tempat WA AI follow-up inbound ditonjolkan.
Backend sekarang punya satu format keputusan untuk Chat AI, WA AI, campaign, push, task member, dan task leader. WhatsApp tetap inbound-only dan tidak membuka blast/cold message.
Kontrak membawa intent, stage, confidence, owner, memory, CTA, next action, takeover reason, task member, task leader, dan guard.
`ai_leads`, `whatsapp_inbox`, `whatsapp_threads`, dan `followup_tasks` sekarang bisa menyimpan Brain Contract agar modul berikutnya membaca keputusan yang sama.
Brain Contract sekarang tampil ringkas di WA Inbox. Campaign Page dikoreksi: WA AI tidak lagi berupa blok besar di hero, tetapi floating action yang baru muncul setelah visitor masuk section kedua.
Panel kanan menampilkan stage, confidence, intent/CTA, next best action, task member/leader, dan guard inbound-only.
Visitor tetap diarahkan dulu ke CTA utama/biolink. Jika sudah lanjut scroll, tombol WA AI menawarkan template pertanyaan dan membuka WhatsApp dengan pesan awal.
Chat AI Brain Contract mulai dipakai sebagai arahan kerja harian: `taskForMember` masuk Member Daily Mission, dan `taskForLeader` ikut menaikkan prioritas Leader Coach Brief.
Member Area menampilkan task dari Chat AI Brain tanpa membuka pengiriman otomatis. Output tetap script/arahan manual.
Leader Coach Brief membaca task leader dari AI Brain agar bantuan tim lebih terarah tanpa menambah tombol baru di Super Admin.
Entry Chat AI dan WA AI dipoles agar lebih menarik untuk visitor: icon lebih menonjol, WA floating punya animasi dan tooltip, popup lebih kecil, dan Chat AI biolink dibuat lebih lega.
Mobile header memakai icon AI yang lebih premium, floating WA punya pulse/hover copy, dan popup memakai kalimat action yang lebih menjual.
Chat AI biolink dinaikkan ukuran panel dan tinggi area pesan agar visitor lebih nyaman bertanya sebelum lanjut ke daftar atau WhatsApp.
AI Agent Core sekarang bisa mengubah sinyal lintas modul menjadi `agent_auto_queue` harian: lead, WA, campaign, push, mission member, dan queue lama dibaca menjadi prioritas kerja manual-review.
Endpoint `final-build-queue` membuat item review dengan dedupe per scope/hari dan menyimpan `agent_daily_briefs`.
Output Phase 51 hanya prioritas kerja: status review, manual approval required, dan tidak mengirim WA, push, atau campaign otomatis.
Audit final memisahkan pengalaman Visitor, Member, Leader, dan Super Admin agar sistem siap dipakai tanpa terasa seperti kumpulan tombol teknis.
Visitor masuk lewat campaign/biolink/Chat AI/WA inbound. Member melihat misi dan task. Leader melihat prioritas bantuan. Super Admin menjaga guard dan monitoring.
Dokumen audit tersimpan di `docs/IWANA_PHASE52_FINAL_VISUAL_FLOW_AUDIT_20260521.md` sebagai pegangan sebelum Phase 53 real WA test.
Phase ini menyatukan sinyal lead, campaign, mission progress, push journey, WA route, dan agent queue menjadi satu pusat rekomendasi kerja harian.
AI memberi score, operating mode, prioritas, dan rekomendasi. Output tetap berupa task/draft/manual-review, bukan WA auto-send.
Core membaca hot lead, campaign lemah, member yang belum menjalankan mission, push opt-in, dan WA human gate agar admin tahu prioritas selanjutnya.
Operator mengatur jawaban WA pendek, persona runtime, dan giliran handoff ke Chat AI dari satu submenu Auto Responder.
Phase 55 menyimpan persona, panjang jawaban, mode sapaan, brain context awal, aturan CTA, dan chat ke berapa visitor diarahkan ke Chat AI.
Persona dan handoff hanya memengaruhi auto-reply inbound. Opt-out, blacklist, quiet hours, limit, emergency stop, dan jalur monitoring teknis tetap bekerja terpisah.
Preset manfaat, biaya, cara daftar, keraguan, dan fallback umum membantu operator menata jawaban WA pendek sebelum pilot diperluas.
Runtime memilih preset berdasarkan chat masuk. Otak Chat AI tetap membantu konteks, tetapi WhatsApp dijaga singkat dan handoff detail tetap ke Chat AI.
Kirim pertanyaan manfaat, biaya, cara daftar, dan keraguan dari nomor pilot. Cek apakah preset yang dipakai sudah benar sebelum mengubah CTA atau giliran handoff.
Kalibrasi pilot nyata menjaga meja kerja Auto Responder tetap terbaca di view normal dan mencegah CTA Chat AI berulang terus pada thread yang sudah pernah diarahkan.
Editor template, persona, playbook, dan panel pendamping disusun ulang agar tetap lega di ruang kerja admin 100% tanpa membuat operator mengecilkan zoom browser.
Jika CTA Chat AI sudah pernah keluar di thread itu, follow-up WA berikutnya tetap menjawab pendek dulu. CTA boleh keluar lagi saat visitor memang meminta link secara eksplisit.
Balasan pilot dibuat lebih natural untuk manfaat, biaya, cara mulai, dan trust. Target CTA final dipindah ke tombol native WhatsApp Business Platform/API.
Preset lama yang masih default di-upgrade ke copy Phase 58 tanpa menimpa playbook yang sudah ditulis manual oleh operator.
Pilot bridge tetap mengirim satu link teks dulu. Metadata CTA sudah menyiapkan tombol utama agar provider WhatsApp Business Platform/API dapat mengirim button native saat onboarding selesai.
Fokus pilot kembali ke jalur WA Bridge yang sedang dipakai: operator cek inbox, membaca thread, memakai takeover saat perlu, dan membuka monitoring hanya saat status teknis perlu dicek.
Board QA memeriksa inbound-only, policy reply pilot, pengirim WA, template dan persona, takeover, serta QR/monitoring tanpa menambah tombol operasional baru.
1. Buka WA Inbox. 2. Pilih thread dan baca balasan. 3. Ambil alih bila chat sensitif. 4. Jika reply tidak jalan, lihat blocker dan buka Monitoring / QR.
Jawaban WA tidak lagi berhenti di playbook umum. Inbound baru diringkas dari Chat AI Brain dan knowledge aktif, lalu playbook dipakai hanya sebagai fallback aman.
Uji dengan pertanyaan seperti: “IWANA itu perusahaan atau produk asuransi?” dan “Bisnis IWANA itu bagaimana?”. Jawaban WA harus singkat, natural, dan tidak mengulang copy peluang yang generik.
Inbound baru menyimpan status Phase 61, sumber jawaban brain/fallback, dan fokus pertanyaan. CTA, handoff, takeover, quiet hours, serta inbound-only guard tetap mengikuti policy pilot.
Kalibrasi dari real pilot memisahkan jawaban identitas, bisnis, dan peluang supaya WA tidak mengulang fallback yang sama saat visitor berpindah pertanyaan.
Kalimat ekor pendek yang mengulang dibersihkan. Pertanyaan `bisnis IWANA` dan `peluang IWANA` sekarang punya fokus dan fallback berbeda sebelum link CTA diarahkan ke Chat AI.
Thread yang sudah punya CTA lama tetap tidak dibanjiri link lagi. Untuk thread tanpa CTA, handoff Chat AI muncul pada chat ke-3 atau turn setelahnya bila sempat terlewat.
Balasan WA pilot dibuat lebih searah dengan otak Chat AI untuk pertanyaan produk, bonus, dan percakapan yang sudah berjalan beberapa turn.
Pertanyaan produk tidak lagi jatuh ke jawaban identitas umum. Pertanyaan bonus tetap singkat dan tidak memberi kesan hasil pasti.
Studio Auto Responder menyimpan jeda ulang CTA 3-6 chat. Thread yang sudah panjang dapat diarahkan kembali ke Chat AI tanpa menempelkan link di setiap balasan.
Jawaban produk dan bonus mengikuti arah Chat AI, sementara CTA WA memilih jalur yang paling relevan selama owner chat terbaca.
Produk menjelaskan konsep insurtech affiliate IWANA. Bonus memberi ringkasan 5 potensi penghasilan tanpa membuat WA menjadi penjelasan panjang.
Bonus diarahkan ke Kalkulator Bonus, cara join ke daftar resmi owner, dan konsultasi/mentor ke WA owner. Intent lain tetap diarahkan ke Chat AI sesuai handoff.
Audit ini memastikan WA Brain tidak kembali ke jawaban template generik saat Chat AI sudah punya konsep jawaban yang lebih benar.
Chat AI tetap menjadi penjelasan lengkap. WhatsApp menjawab versi pendek untuk identity, bisnis, peluang, produk, bonus, join, trust, dan konsultasi.
Gunakan thread owner yang terbaca untuk tes produk, bonus, cara mulai, trust, dan konsultasi. CTA tetap mengikuti intent dan cadence yang sudah dikunci.
Hotfix ini menutup regresi yang terlihat saat pilot: URL CTA mentah di WhatsApp, instruksi internal Chat AI yang bocor, dan nama visitor yang salah masuk ke lead.
Tracking klik CTA tetap jalan di belakang layar, tetapi WhatsApp menampilkan link tujuan yang bersih. Chat AI menolak teks instruksi internal sebelum tampil ke visitor.
Nama placeholder seperti `saya` tidak lagi diterima sebagai nama lead. Thread history ikut dipakai untuk memulihkan nama valid dan tes “masih ingat nama saya” punya jawaban deterministik.
Identitas visitor tidak lagi bergantung tebakan pesan bebas. Chat AI meminta nama di pembukaan, menangkap jawaban nama awal, lalu menguncinya ke thread dan lead.
Jika pesan pertama belum berupa nama, Chat AI kembali meminta nama. Setelah nama valid ditangkap, perubahan pesan berikutnya tidak boleh mengganti identitas lead.
Saat owner biolink terbaca, kalimat pengantar CTA WA ke biolink boleh menyebut Kak owner agar konteks visitor terasa lebih jelas.
Perubahan ini sengaja kecil: hanya jawaban produk umum yang diringkas dan disamakan agar pertanyaan produk tidak terasa berubah arah.
Pertanyaan `produk`, `produknya apa`, dan `produk IWANA apa` tetap diarahkan ke jawaban ringkas yang sama: jelaskan IWANA dulu, lalu sebut dua pilihan produk proteksi resmi.
Bonus, join, trust, CTA, memory nama, dan flow produk spesifik Avrist/Heksa tidak diubah pada phase ini.
Phase ini membantu leader membaca member prioritas, root cause, satu langkah bantuan, dan script arahan singkat yang bisa dikirim sebagai coach task.
AI menyusun prioritas berdasarkan mission, hot lead, warm lead, dan coach task terbuka. Output berupa arahan/script, bukan pengiriman WA otomatis.
Leader melihat alasan member perlu dibantu, memberi satu instruksi kecil, lalu dapat membuat coach task agar member melihat arahan di Member Area.
Jawaban Chat AI dan WA AI dirapikan agar legalitas, peran referator, produk, dan CTA konsultasi lebih konsisten tanpa menambah tombol baru.
Chat AI tidak lagi sering menampilkan CTA ringkasan biolink di dalam biolink. WA AI product overview dibuat konsisten dan CTA konsultasi dapat menyebut owner jika terbaca.
Legalitas memisahkan platform, broker/distribusi, dan penerbit polis. Pertanyaan jualan asuransi dijawab sebagai referator, bukan penjual asuransi konvensional.
Perbaikan sesi Chat AI, timing notifikasi, guard prompt leak, dan intent WA AI untuk produk proteksi.
Chat AI tidak lagi menampilkan prompt notifikasi saat awal dibuka. WA AI mengenali pilihan produk proteksi sebagai langkah lanjutan, bukan mengulang jawaban yang sama.
Thread Chat AI memakai key baru per campaign/source supaya nama/topik lama tidak terbawa. Prompt notifikasi muncul setelah percakapan berjalan, bukan saat pertama buka.
Hotfix untuk salam nama awal dan jawaban pendek seperti yuk lanjut agar tidak keluar fallback yang salah.
Chat AI tidak lagi mengklaim ada topik lama saat visitor baru mengisi nama. Jawaban pendek membaca konteks terakhir, termasuk lanjutan bonus leader.
Prompt notifikasi tidak muncul saat awal buka chat. Reminder ulang tetap disiapkan sekitar percakapan ke-10 bila belum diaktifkan.
Hotfix untuk memastikan nama fresh session, jawaban pendek, dan pilihan produk membaca state percakapan yang benar.
Balasan seperti yuk lanjut sekarang punya pegangan dari pending topic terakhir. Produk proteksi juga dikenali sebagai intent produk, bukan fallback data kosong.
Uji nama baru, alur bonus lalu yuk lanjut, dan produk IWANA lalu produk proteksi. Jika stabil, lanjut final QA dan masuk produksi konten.
Patch kecil untuk menstabilkan jawaban Chat AI lebih dulu, lalu menyamakan WA AI agar tetap singkat dan searah.
Nama baru pada thread lama mereset konteks, pilihan programnya tidak lagi fallback data kosong, dan yuk lanjut membaca pending bonus terakhir.
Uji nama baru, programnya, produk IWANA, produk proteksi, bonus, ya/yuk lanjut, legalitas, cara daftar, dan konsultasi owner.
Perbaikan dari test real WA agar jawaban WhatsApp tidak jatuh ke playbook pemula yang berulang.
Pertanyaan seperti diskusi IWANA, chat dengan siapa, sistemnya bagaimana, dan manfaat produk sekarang punya answer parity dari Chat AI Brain.
Uji ulang pesan di screenshot: diskusi IWANA, chat dengan siapa, sistemnya bagaimana, dan jelaskan manfaat produknya dulu.
Polish lanjutan dari hasil real WA: copy lebih natural, bold kembali aktif, dan daftar punya dua jalur CTA.
Kalimat teknis dihapus, keyword penting memakai format WhatsApp, CTA daftar menampilkan Biolink Utama dan Official IWANA, dan Chat AI mengenali link YouTube/gambar yang ditempel.
Yang aktif pada tahap ini adalah link media yang ditempel di chat. Upload gambar langsung butuh guard storage dan moderasi tambahan.
WA AI bisa menyisipkan visual dari sistem untuk chat tertentu, tanpa menerima gambar dari visitor.
Operator dapat mengaktifkan aturan visual, mengisi trigger chat, upload gambar, atau memakai contoh gambar konten harian yang sudah ada di sistem.
Uji: sistemnya bagaimana, cara menjalankan bisnis IWANA, bisnis IWANA otomatis seperti apa, dan bagaimana follow up prospek. Pertanyaan daftar tetap fokus ke dua CTA.
Patch kecil untuk menahan visual link WA, memperbaiki jawaban produk spesifik, dan merapikan area follow-up member.
WA AI tidak lagi menempel link visual, pertanyaan Avrist dijawab spesifik, jawaban calibrated memakai fast path, kalkulator punya tombol balik, dan Ringkasan Prospek default ke lead yang punya WA.
Uji WA: sistemnya bagaimana, manfaat Avrist My Life Cover, bonus, dan cara daftar. Uji member: Generate Follow-Up, daftar Siap WA, dan tombol balik kalkulator.
WA AI dirapikan agar jawaban pendek seperti ya setelah tawaran bantuan mitra langsung mengarah ke owner/biolink.
Jika WA AI bertanya apakah Kakak ingin dibantu mitra resmi, lalu visitor menjawab ya, balasan berikutnya menyebut owner dan memberi jalur biolink/WhatsApp yang relevan.
Uji: manfaat Avrist, detail manfaat, ya. Expected: jawaban tetap ringkas, ada CTA biolink/Chat AI, dan ya diarahkan ke owner, bukan bonus.
WA AI mengikuti isi Chat AI untuk Avrist: overview produk dan detail manfaat dipisahkan agar jawaban tidak melenceng.
Pertanyaan produk Avrist menjawab starter Rp250.000 per tahun. Pertanyaan manfaat/detail manfaat menjawab santunan Rp20 juta, Rp10 juta, dan rawat inap Rp500 ribu per hari sesuai polis.
Uji: bisa jelaskan produk yang avrist, lalu apa bisa kasih detail manfaatnya apa saja. Expected: isi sama seperti Chat AI, tapi tetap ringkas dan diarahkan ke Chat AI/biolink untuk lanjut.
WA AI sekarang mencoba membaca Chat AI Brain dari Firestore lebih dulu, baru memakai calibrated fallback jika data kosong atau jawaban tidak layak.
Runtime WA AI memakai `ai_knowledge`, `ai_funnel_rules`, konteks thread, dan lead owner untuk membuat jawaban singkat WhatsApp. Jawaban hardcode tetap ada sebagai pagar aman, bukan sumber utama.
Uji Avrist, Heksa, bonus, legalitas, objection, cara daftar, dan konsultasi owner. Expected: jawaban mengikuti data Chat AI Brain dan CTA mengarah ke modul biolink yang sesuai.
WA AI ikut membaca library objection supaya pertanyaan ragu, aman, legalitas, MLM, dan money game lebih dekat ke otak Chat AI.
Runtime WA AI kini mencoba membaca `ai_objections` selain `ai_knowledge` dan `ai_funnel_rules`. WA Inbox juga menampilkan sumber brain baru agar operator memahami data yang dipakai.
Uji: saya masih ragu ini aman tidak, ini MLM atau money game, dan legalitasnya bagaimana. Expected: jawaban tidak mengarang dan CTA mengarah ke FAQ/Chat AI/konsultasi owner.
Real WA pilot menunjukkan intent legalitas, MLM/money game, Heksa, cek lengkap, dan konsultasi owner harus dikunci agar tidak jatuh ke jawaban umum.
WA AI tetap membaca Firestore Chat AI Brain, tetapi intent kritis memakai calibrated answer agar singkat, rapi, tidak mengarang, dan tetap mengarah ke modul biolink.
Uji: aman dan resmi, MLM atau money game, legalitasnya bagaimana, cek lebih lengkap ke mana, jelaskan Heksa, dan mentor/konsultasi. Expected: tidak ada jawaban generik dan tidak ada link WA putus.
WA AI diselaraskan lagi dengan contoh jawaban Chat AI untuk legalitas, produk IWANA, bonus, Heksa, dan CTA cek lengkap.
Legalitas memakai struktur IWANA, PT Best Proteksi Indonesia, dan perusahaan asuransi mitra resmi. Produk langsung menyebut Avrist dan Heksa, bonus dibuat ringkas, dan Heksa dijawab jelas.
Uji legalitas, produk apa saja, bonus apa saja, Heksa, dan cek lengkap. Expected: jawaban WA pendek, tetapi isinya searah dengan Chat AI dan CTA tidak menyebut biolink owner.
Patch kecil dari hasil QA akhir: CTA Heksa di WA, copy program IWANA, dan perilaku quick reply Chat AI.
Heksa di WA diarahkan ke Chat AI seperti Avrist. Chat AI menahan tombol saat meminta nomor WhatsApp, mengembalikan tombol setelah nomor disimpan, dan tidak mengulang tombol Plan-nya setelah topik plan dijelaskan.
Uji WA: Heksa dan programnya IWANA. Uji Chat AI: cara kerjanya, prompt nomor WhatsApp, lalu input nomor WA dan cek tombol lanjutan kembali muncul.
Halaman utama biolink dirapikan dari sisi visitor ads agar alurnya baca dulu, tanya AI, cek produk, cek trust, lalu konsultasi/daftar.
Hero menonjolkan Tanya AI Dulu, produk Avrist dan Heksa tampil setara, lalu ada checkpoint legalitas, FAQ, dan Kalkulator Bonus sebelum visitor diarahkan ke langkah berikutnya.
Expected: first screen jelas, CTA tidak terlalu memaksa daftar, produk tidak hanya Avrist, dan trust/legalitas punya tempat sebelum closing.
Perbaikan state Chat AI agar jawaban singkat seperti ya, mau, lanjut, dan yuklanjut melanjutkan urutan bonus 1-5.
Chat AI sekarang membaca balasan terakhir lebih dulu dan menyimpan pending ke bonus berikutnya setelah menjawab bonus referral, produksi, leader, royalti, dan reward.
Ketik: bisa jelaskan tentang bonusnya, lalu ya, yuklanjut, lanjut. Expected: bonus referral, produksi, leader, royalti, reward berurutan.
Perbaikan lanjutan agar balasan pendek mengikuti pertanyaan terakhir, bukan pending state lama, serta menambah tombol arahan ringan di widget Chat AI.
Flow bonus dijaga: referral, produksi, leader, royalti leader, lalu reward/kontes. Jika visitor klik Tidak, Chat AI menawarkan program, produk, atau cara daftar.
Fresh chat: jawab nama, pilih Bonusnya, lalu klik Lanjut beberapa kali. Expected: tidak lompat ke bonus lama dan tombol pilihan tidak muncul untuk modul yang sudah dijelaskan.
Perbaikan lanjutan untuk memastikan pilihan Heksa/Avrist, manfaatnya, dan lanjut bonus tidak memakai topik lama.
Smoke production memastikan Heksa -> manfaatnya memakai `product_heksa_benefit`, dan bonusnya -> lanjut memakai `bonus_referral` lalu berurutan.
Fresh chat: produknya -> Heksa -> manfaatnya. Lalu fresh chat lain: bonusnya -> lanjut -> lanjut -> lanjut sampai reward/kontes.
Link WhatsApp untuk konten member dan galeri dibuat lebih pendek, tetapi tetap membawa thumbnail preview.
Konten harian memakai `/share/hari-N.html?id=member`, sedangkan Galeri memakai token `/api/share-preview?t=...`.
Share konten harian dan galeri ke WhatsApp. Expected: link pendek, thumbnail tetap muncul, dan tidak ada link ganda.
Menu Hubungi Prospek dibuat lebih fokus: hanya pekerjaan yang bisa langsung dilakukan oleh member.
Workbench, draft WA, sequence, dan daftar Prospek difilter agar hanya menampilkan lead yang punya nomor WhatsApp.
Buka Hubungi Prospek. Expected: Buat Pesan Follow-Up dan daftar WA ada di tab Prospek; lead tanpa WA tidak muncul sebagai tugas follow-up manual.
Konten 30 hari pertama diringkas menjadi paket iklan 7 hari untuk traffic dingin: caption pendek, ide visual/story, CTA, dan mapping URL campaign.
Angle utama: sudah posting tapi sepi, bukan sekadar link, mulai dari nol, dan tidak harus jago jualan. Bahasa dibuat aman tanpa janji hasil instan.
Dokumen kerja ada di `docs/IWANA_ADS_7_HARI_PERTAMA_20260526.md`. Mapping utama memakai `start.iwana.digital/?id=bryan` dengan UTM per hari, lalu Chat AI sebagai CTA awal untuk cold traffic.
Domain publik IWANA disiapkan agar lebih mudah dibaca Google, ChatGPT, Gemini, dan crawler AI.
Halaman publik memakai meta SEO/OG/JSON-LD. Admin/member area tidak dimasukkan ke sitemap.
Submit `https://bio.iwana.digital/sitemap.xml` dan `https://start.iwana.digital/sitemap.xml` ke Google Search Console. URL campaign yang dipakai sitemap adalah `/campaign.html` agar crawler membaca landing page langsung.
Galeri Konten dan Galeri Aktivitas sekarang membagikan link preview dinamis agar thumbnail gambar muncul di WhatsApp.
Tombol WhatsApp/Copy Link di modal galeri memakai endpoint `/api/share-preview` dengan `og:image` dari gambar yang sedang dibuka.
Buka Galeri Konten/Aktivitas, klik gambar, lalu klik WhatsApp. Expected: link WA memakai `/api/share-preview` dan card thumbnail terbaca.
Share WhatsApp konten member sekarang memakai halaman preview dengan OG image agar thumbnail muncul lebih profesional.
Untuk chat WA, sistem mengirim link `/share/hari-N.html` yang punya `og:image`. Untuk Story/TikTok/Status WA, member tetap memakai tombol Download.
Bagikan konten dari Member Area ke WhatsApp. Expected: teks tidak dobel link dan WhatsApp membaca preview dari halaman share.
Perapihan Member Command agar member awam tidak melihat kartu lead yang tidak bisa ditindaklanjuti.
Lead tanpa nomor WA tidak lagi memenuhi daftar kerja utama. Data tersebut tetap dihitung sebagai sinyal funnel di menu Lihat Hasil.
Bagikan Konten dipakai untuk traffic/campaign, Lihat Hasil untuk angka funnel, dan Hubungi Prospek hanya untuk lead yang sudah punya WA.
Patch kecil untuk SEO/AI indexing, kecepatan WA AI, pembukaan inbound semua lead, dan thumbnail CTA link WhatsApp.
Jawaban WA untuk intent umum memakai fast path, inbound normal dibuka terkendali untuk semua lead yang chat duluan, dan WA Bridge memberi preview card untuk link IWANA.
Test WA non-pilot, catat latency 5 intent utama, cek thumbnail CTA, lalu jalankan role QA member, leader, dan super admin. Untuk ribuan WA AI, siapkan Cloud API official dan queue.
Bagian ini menjadi peta akhir sebelum sistem dipakai lebih besar: domain utama, WA guard, push journey, operator training, monitoring, dan SOP pilot.
Super Admin, Leader, Member, Campaign, Biolink, Push, WA AI inbound, dan AI Agent Core sudah terhubung sebagai sistem kerja. WA real auto-send tetap terkunci di dry-run/manual-review.
Jika domain masih menampilkan parked Hostinger, buka Firebase Hosting, tambahkan domain iwana.digital, lalu arahkan DNS root dari Hostinger sesuai instruksi Firebase. Setelah DNS aktif, root domain akan diarahkan ke campaign hub.
Sync inbound, map LID, buat queue, AI rewrite, approve/hold, dry-run, human takeover, lalu audit. Semua ini belum mengirim WhatsApp nyata.
H+1/H+2/H+3 dipakai untuk edukasi, mengajak kembali ke halaman, dan mengarahkan visitor ke AI/CTA tanpa WA cold message.
Leader membaca member prioritas dan memberi coach task. Member copy link campaign, share konten, buka hasil, dan menjalankan daily mission.